
KEDIRI | paklekimam.id- Turun langsung ke lapangan atau yang familier disebut ‘Gaya Blusukan’ dilakukan oleh wakil rakyat atau pejabat negara. Kalau dinilai secara positif, langkah ini juga dinilai sebagai cara relevan dalam menyambung tali silaturahmi dan lebih mendekatkan terhadap masyarakat.
Imam Wihdan Zarkasyi, ST.MM, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, menanggapi, baginya ‘Gaya Blusukan’ mempunyai nilai positif apabila dijalani dengan keikhlasan.
” Kalau saya menilai, ‘Gaya Blusukan’ menjadi ajang silaturahmi dan mendekatkan diri pada masyarakat sebagai tugas, pokok dan fungsi kita sebagai wakil rakyat” kata Pak Lek Imam, sapaan akrabnya kepada tim paklekimam.id, baru-baru ini.
Lalu, mengenai ‘Gaya Blusukan’ tim paklekimam.id, mencoba merangkum dari berbagai sumber perihal, tujuan, fungsi, kritik dan perspektif dari Pengamat,
Tujuan dan Fungsi Utama
Menyerap Aspirasi Langsung: Memungkinkan pemimpin, wakil rakyat, mendengarkan keluhan warga, petani, serta pelaku UMKM secara nyata tanpa terhalang laporan birokrasi formal yang sering kali kurang tepat sasaran.
Menciptakan wujud seseorang yang diberi amanah untuk merakyat, egaliter, dan hadir di tengah masyarakat.
Kritik dan Perspektif Pengamat
Jembatan Informasi: Pengamat menilai blusukan memberikan data valid bagi pembuat kebijakan untuk mengeksekusi program yang lebih relevan dengan kebutuhan rakyat.
Sorotan Politik: Sebagian kalangan mengkritisi bahwa kegiatan ini kerap diasosiasikan dengan strategi komunikasi politik atau persiapan elektoral jangka panjang menuju kontestasi berikutnya. (*)