
Membahas Tahu Takwa adalah makanan khas dan ikon kuliner Kota Kediri yang berupa tahu berwarna kuning cerah dengan tekstur padat, kenyal, dan gurih alami.
Karakteristik & Asal-Usul
Asal-usul Nama: Berasal dari kata “Kwa” dari bahasa Hokkian (dari nama marga/suku Tionghoa yang memperkenalkan tahu), yang lama-kelamaan dilafalkan oleh masyarakat lokal menjadi “takwa” atau tahu kwa.
Warna Kuning Alami: Didapat dari proses perendaman atau rebusan menggunakan air kunyit dan garam, yang tidak hanya memberi warna cerah tetapi juga berfungsi sebagai pengawet alami serta menambah rasa gurih.
Tekstur: Lebih padat, kenyal, dan tidak mudah hancur dibandingkan tahu putih biasa; bagian luar akan renyah saat digoreng sementara bagian dalamnya tetap lembut.
Sejarah Singkat akan Tahu Takwa
Produksi komersialnya di Kediri dipelopori oleh Lauw Soe Hoek (Bah Kacung) sekitar tahun 1912 di Jalan Pattimura, Kediri.
Sentra & Lokasi Populer
Kampung Tahu: Terletak di Kelurahan Tinalan Gg. 4, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, yang menjadi pusat produksi dan wisata olahan tahu.
Sentra Lainnya: Banyak dijumpai di sekitar Jalan Yos Sudarso, Jalan Pattimura, dan Jalan Tinalan.
Tempat Makan/Oleh-oleh: Tahu Takwa Bah Kacung di Jl. Trunojoyo dan Tahu Takwa Populer di Jl. Tinalan.